Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

12/23/2011 3
Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas

Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

Suatu pengertian yang lengkap mengapa dan bagaimana suatu perusahaan menyimpan kas? suatu konsep yang akurat tentang bagaimana aliran kas masuk dan keluar perusahaan. suatu pendapat ekonomi klasik yaitu John Maynard Keynes membagi perusahaan-perusahaan ke beberapa unit ekonomis permintaan untuk kas dalam tiga kategori yaitu:

1. Motif Transaksi
Sisa kas untuk tujuan transaksi, mengembangkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan kas yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan umum yang dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis. saldo-saldo transaksi digunakan untuk memenuhi aliran kas keluar yang tidak rutin, jumlah relative kas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan diperngaruhi oleh sejumlah faktor, seperti industri di mana perusahaan berjalan.

2. Motif Berhati-hati
Saldo kas merupakan penyanggah aktiva likuiditas. Motif untuk menyimpan kas berkaitan dengan pemeliharaan saldo kas yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin ada, tetapi yang belum teridentifikasi. Kemampuan pemeliharaan aliran kas juga memiliki suatu pengaruh yang material atas permintaan perusahaan untuk kas melalui motif berhati-hati.

3. Motif Spekulatif
Kas dipegang untuk tujuan spekulatif yang dapat mengambil manfaat dari situasi menghasilkan laba yang potensial.

Contoh: Perusahaan konstribusi yang membangun tempat tinggal pribadi akan menyampaikan kas pada beberapa waktu sebagai antisipasi atau suatu penurunan yang berarti dari harga-harga kayu. Jika harga bahan-bahan bangunan turun maka perusahaan yang menaikkan jumlah saldo kas memperoleh keuntungan untuk membeli bahan-bahan bangunan tersebut dalam jumlah yang besar.


catatan kampus dari bapak Suryadi Sowinangun

Pengertian Buku Besar Pembantu

12/19/2011 4
pengertian buku besar pembantu

Buku Besar Pembantu

Dalam praktek akuntansi di lapangan, apabila perusahaan hanya menggunakan satu buku besar belum dapat memberikan catatan yang terperinci mengenai akun-akun tertentu. Oleh karena itu agar perusahaan dapat memberikan data akun yang lebih rinci maka diperlukan buku pembantu.

Apa itu buku besar pembantu? Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Untuk lebih jelas coba Anda amati bagian dari siklus akuntansi berikut ini!


siklus akuntansi


Dari skema (bagian siklus akuntansi) di atas, Anda dapat memahami betapa eratnya hubungan antara buku besar dengan buku besar pembantu tersebut. Baiklah, sekarang dilanjutkan dengan macam-macam buku besar pembantu.

Rekonsiliasi Saldo Bank

12/15/2011 9
Rekonsiliasi Saldo Bank

Rekonsiliasi di buat untuk menentukan kesamaan antara saldo kas yang dilaporkan oleh bank dengan saldo yang terdapat dalam catatan nasabah sendiri ( perusahaan).

Rekonsiliasi bank adalah skedul yang menjelaskan setiap perbedaan antara catatan kas bank dengan catatan perusahaan

Pos-pos yang direkonsiliasi adalah :

  1. Deposito dalam perjalanan. Deposito kas akhir bulan yang telah dicatat dalam pembukuan depositor untuk satu bualan baru diterima dan dicatat oleh bank pada bualan berikutnya.
  2. Cek-cek yang beredar, Cek-cek yan ditulis oleh depositor dicatat ketika dituliskan tetapi mungkin belum dicatat- atau “dikliring” oleh bank sampai bualn berikutnya.
  3. Beban bank, Beban dicatat oleh bank terhadap saldo depositor untuk pos-pos seperti jasa bank, pemprosesan cek, cek kosong (not-sufficient-funds)-{NSF} check), dan sewa safe-deposite box. Depositor mungkin belum mengetahui beban-beban ini sampai menerima laporan bank atau rekening koran.
  4. Kredit Bank, Penagihan atau deposito oleh bank atas nama depositor yang mungkin belum diketahui oleh depositor sampai diterimanya laporan bank. Contohnya adalah penagihan wesel untuk depositor dan bunga yang dihasilkan pada rekening koran berbunga.
  5. Kesalahan Bank atau Depositor. Kesalahan baik yang dilakukan oleh bank manapun oleh depositor yang dapat menyebabakan saldo berbeda denagan saldo pembukuan depositor.

Pengertian PIUTANG

12/09/2011 1
Pengertian PIUTANG

Piutang (account receivable) adalah jumlah klaim atau tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang. Tagihan ini bisa dilakukan terhadap individu, perusahaan atau organisasi lainnya. Contoh transaksi transaksi yang menimbulkan piutang antara lain adalah penjualan barang atau jasa secara kredit, pemberian pinjaman kepada nasabah atau karyawan, memberi uang muka pada anak perusahaan.

Sedangkan Harngren dan Harison (1997:42) mengemukakan :

Piutang adalah Suatu aktiva yang timbul karena perusahaan menjual barangnya atau memberikan jasanya kepada para pelanggan dan menerima janji bahwa pelanggan akan memberikan sejumlah uang kepada perusahaan pada suatu waktu dimasa yang akan datang”.

Jenis-jenis piutang

Pada dasarnya piutang dikelompokan menjadi 3 jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Piutang Dagang

Piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat tagihan adanya penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana taghan tidak disertai dengan surat perjanjian yang formal, akan tetapi karena adanya unsure kepercayaan dan kebijakan perusahaan.

2. Piutang non dagang

Piutang nondagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain atau pihak ketiga yang timbul atau terjadi bukan karena adanya transaksi penjualan barang dagang atau jasa secara kredit. Berikut ini contoh – contoh piutang non dagang:
  • Piutang biaya. Contohnya: asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, gaji dibayar dimuka, iklan dibayar dimuka.
  • Piutang penghasilan. Contohnya: piutang jasa, piutang sewa dan piutang bunga
  • Uang muka pembelian ( persekot). Contohnya: pembayaran uang muka pembelian suatau barang yang sebelumnya sudah dipesan terlebih dahulu.
  • Piutang lain – lain. Contohnya: piutang perusahaan kepada karyawan, kelebihan membayar pajak dan piutang perusahaan kepada cabang – cabang perusahaan

3. Piutang wesel

Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pihak ketiga atau pihak lain yan menggunakan perjanjian secara tertulis dengan wesel atau promes.

Dana Kas Kecil

12/04/2011 1
Dana kas kecil

Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. 
Contoh : pengeluaran kas untuk biaya pos, telegram, materai, biaya konsumsi kantor, pembelian jenis-jenis perlengkapan tertentu, perjalanan dinas dsb

Pembentukan Kas Kecil
  • Penunjukan petugas sebagai pemegang kas kecil yang akan bertanggung jawab atas penyimpanan dan pemakaian kas kecil
  • Perusahaan harus menaksir jumlah kas yang diperlukan untuk suatu jangka waktu tertentu, misalnya seminggu/sebulan
  • Perusahaan mengeluarkan cek dan menguangkannya di bank untuk mengisi dana kas kecil tersebut.

  • Jurnal :
    Kas kecil           xxx
           Kas                   xxx

    Catatan: Apabila kas kecil hampir habis, maka kas kecil harus diisi kembali, pemegang kas kecil harus menunjukkan bukti pengambilan kas kecil dari periode sebelumnya.
Metode
Metode yang digunakan dalam mencatat Kas Kecil ada 2 yaitu:

Metode Imprest (Imprest Fund Method)
Metode ini digunakan apabila: 
  • Jumlah dana kas kecil selalu konstan dan tidak berubah-ubah. 
  • Pencatatan dilakukan pada saat pengisian kembali dengan menyerahkan bukti-bukti (cek) pengeluaran yang sudah dibayar
Jurnal:
Biaya       xxx
Biaya       xxx
Biaya       xxx
      Kas           xxx

Metode Fluktuasi (Fluctuation Method)
Metode ini digunakan apabila:

  • sistem pengeloalaan dana kas kecil yang saldo rekeningnya tidak tetap dan tergantung pada besar kecilnya pengeluaran yang terjadi untuk periode tertentu.
Jurnal:
Biaya              xxx
     Kas Kecil         xxx

Istilah Akuntansi (Terbaru)

12/02/2011 1
Akuntansi Untuk Sewa-Guna-Usaha (Leasing)

Bagi yang jurusan Akuntansi Wajib Tahu.. minimal baca 

Akuntansi biaya (cost accounting): 

bidang akuntansi yang berhubungan dengan penetapan beban pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik/manufaktur (sekarang ini ruang lingkup akuntansi biaya diakui tidak hanya terbatas pada penetapan beban pokok produksi saja, tetapi juga mencakup perencanaan dan pengendalian).


Bahan baku (raw materials): 

bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.


Bahan pembantu (indirect materials):

bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.


Bahan jadi (finished goods):

barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum dijual. Biaya yang tercakup di dalamnya meliputi seluruh biaya pabrik.

Biaya pabrik (manufacturing cost):

biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang dibebankan dalam suatu periode.

Biaya overhead prabik (factory overhead cost):

biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan barang langsung yang tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.

Biaya produksi (production cost):

Biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.

Cost of goods sold computation (perhitungan beban pokok penjualan)

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, beban pokok penjualan dihitung sebagai berikut: persediaan awal barang jadi ditambah barang yang dibuat dalam setahun (menurut laporan pabrikasi) dikurangi dengan persediaan akhir barang jadi; juga dinamakan skedul beban pokok penjualan.


Cost of production report (laporan beban pokok produksi).
Sebuah laporan yang memberikan suatu ringkasan kegiatan dalam suatu departemen pengolahan selama suatu periode; laporan ini biasanya berisi empat tahapan: (1) kegiatan dalam departemen tersebut dalam unit, (2) ekuivalen uanit utuh yang selesai, (3) biaya yang harus dipertanggungjawabkan dan (4) akuntansi untuk biaya. 

Equivalent whole unit (ekuivalen unit utuh). Juga dinamakan ekuvalen produksi; jumlah unit ditunjukkan oleh biaya yang terjadi untuk membuatnya; dengan memperhitungkan unit yang sebagian selesai pada persediaan akhir barang dalam proses pengerjaan; dihitung dengan menambahkan jumlah unit yang diselesaikan dan dipindahkan ke barang jadi dengan ekuivalen porsi persediaan akhir barang yang masih dalam proses pengerjaan.



Finished goods inventory (persediaan barang jadi) 
Sebuah asset lancar yang terdiri atas biaya yang terjadi dalam pembuatan produk perusahaan (mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik); persediaan barang jadi terdiri dari produk yang telah siap, tapi belum lagi dijual pada tanggal neraca.

Manufacturing statement (laporan pabrikasi)

Sebuah laporan untuk manajemen yang menunjukkan harga pokok barang yang dibuat selama
periode tersebut; persediaa awal barang dalam proses ditambah biaya pembuatan (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead) dikurangi dengan persediaan akhir persediaan dalam proses sama dengan harga pokok barang yang dihasilkan dalam periode tersebut.

Raw material inventory (persediaan bahan baku). 

Suatu asset lancar yang terdiri dari bahan baku dan penolong yang dipergunakan dalam pembuatan produk perusahaan.

Tenaga kerja langsung (direct labor). 

Buruh yang mengenai secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.

Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor): barang yang biayanya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.


Beban pokok produksi (cost of goods manufactured): biaya pabrik ditambah dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses akhir. Biaya ini merupakan biaya produksi dari barang yang telah diselesaikan selama suatu periode.


Persediaan dalam proses (work in process): Biaya bahan baku dan biaya-biaya pabrik lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.


Factory overhead (overhead pabrik). 
Suatu perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya overhead pabrik, meliputi tenaga kerja tidak langsung, bahan tidak langsung dan bahan penolong, dan biaya tidak langsung lainnya; saldo perkiraan ini dipindahkan setiap periode ke perkiraan persediaan barang dalam proses.


Factory overhead rate (tarip biaya overhead pabrik). 

Sering dinyatakan dalam bentuk perrupiahtase sehingga biaya overhead pabrik yang diperkirakan merupakan taksiran dari biaya tenaga kerja langsung; tarip ini dipergunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik pada pekerjaan; Persediaan barang dalam proses didebit dan perkiraan overhead pabrik dikredit untuk memindahkan biaya overhead pada masing-masing pekerjaan dan pada perkiraan persediaan barang dalam proses; biaya overhead pabrik yang benarbenar terjadi tidak dipindahkan pada perkiraan barang dalam proses ini tidak dilakukan karena jumlah yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti selama periode operasi.



Factory payroll (upah pabrik) 

Sebuah perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya upah operasi manufaktur; saldo perkiraan terdiri atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung; biaya tenaga kerja langsung dipindahkan pada perkiraan persediaan barang dalam proses dan biaya tenaga kerja tidak langsung menjadi bagian dari biaya overhead pabrik, yang selanjutnya menjadi bagian dari barang dalam proses.



Job cost card (kartu biaya pekerjaan)

Buku pembantu yang dipergunakan untuk mendukung perkiraan persediaan barang dalam proses dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pekerjaan; kartu biaya pekerjaan juga dinamakan buku pembantu barang dalam proses, lihat ilustrasi dalam unit ini.



Job order cost accounting (akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan). 

Suatu sistem akuntansi yang mempergunakan persediaan perpetual untuk biaya pabrik, di mana dibuat catatan tertentu untuk masing-masing pekerjaan atau pesanan yang dibuat pada pabrik tersebut.


Material requisition (bon permintaan barang)

Otorisasi tertulis untuk memindahkan bahan dari gudang ke pabrik; dokumen sumber ini memberikan suatu catatan mengenai semua pemindahan bahan baku dan bahan penolong dari gudang (bahan baku dan perkiraan persediaan) ke pabrik (perkiraan barang dalam proses atau perkiraan overhead pabrik).


Process cost accounting (akuntansi biaya berdasarkan proses).

Suatu sistem akuntansi persediaan perpetual, di mana biaya ditampung dan catatan dibuat menurut departemen atau proses yang dilakukan dalam pabrik; cocok untuk operasi dengan produksi massal.

Stores ladger (kartu gudang).
Buku pembantu untuk mendukung perkiraan bahan baku dan bahan penolong.


Schedule of factory overhead. 
Suatu laporan yang berisi semua perkiraan overhead pabrik yang terdapat pada buku pembantu overhead pabrik dengan saldonya; total saldo dari perkiraan ini harus cocok dengan
saldo perkiraan overhead pabrik.

Work in process inventory (persediaan barang dalam proses). 

Asset lancar yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terjadi dalam pembuatan produk yang masih belum selesai pada tanggal neraca; juga dinamakan persediaan barang dalam proses.

sumber: glossary & Ali Irfan Jilid 1

Akuntansi Untuk Sewa-Guna-Usaha (Leasing)

12/01/2011 5
Akuntansi Untuk Sewa-Guna-Usaha (Leasing)

Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi selain itu dapat diangsur setiap bulan atau yang telah disepakati oleh perusahaan dan leassor.

Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. 

Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tiba-tiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai.


Di Indonesia leasing baru dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan No.KEP-122/MK/IV/2/1974, No.32/M/SK/2/ 1974, dan No.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usaha leasing. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perekonomian Indonesia permasalahan yang melibatkan leasing semakin banyak dan kompleks. Mulai dari jenis leasing yang paling sederhana sampai yang rumit. 

Perbedaan jenis leasing menyebabkan perbedaan dalam pengungkapan laporan keuangan, perlakuan pajak dan akibatnya pada pajak penghasilan badan akhir tahun. Capital lease dan operating lease sama-sama dikenakan pajak pertambahan nilai, sedangkan untuk operating lease disamping dikenakan pajak pertambahan nilai juga dikenakan pemotongan pajak penghasilan pasal 23, hal ini karena diperlakukan sebagai sewa menyewa biasa. Biaya-biaya yang berkaitan dengan transaksi lease dianggap sebagai biaya usaha bagi pihak lesse.

sumber: Ali Ifran Jilid 2 (AKUNTANSI INDUSTRI)

Persediaan dalam Proses (Work in Process Inventory)

11/28/2011 4
Persediaan dalam Proses (Work in Process Inventory)

      Proses produksi adalah kegiatan yang berlangsung terus menerus. Sementara itu, akuntansi harus melaporkan informasi keuangan secara berkala. Akibatnya, pada saat laporan keuangan harus dibuat, terdapat kemungkinan adanya sebagian barang yang belum selesai diproses. 

Walaupun demikian, biaya yang telah terjadi untuk barang itu, tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai persediaan dalam proses. Untuk memperoleh beban pokok produksi barang yang telah selesai, biaya pabrik ditambah dengan nilai persediaan dalam proses di awal periode dan dikurangi dengan nilai persediaan dalam proses di akhir periode. 

       Pesediaan dalam proses, baik di awal maupun akhir periode diperoleh dengan jalan melakukan penghitungan phisik. Untuk sementara, jangan diperhatikan dahulu bagaimana menghitung nilai persediaan dalam proses. Yang perlu diketahui adalah bahwa nila ini terdiri dari biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang telah terjadi sampai dengan saat dilaporkan. Untuk mencatat nilai persediaan dalam proses, dibuatkan rekening yang diberi nama: “Persediaan dalam Proses”

Pada akhir periode dibuat jurnal penyesuaian untuk menghilangkan persediaan dalam proses awal dan membebankannya ke proses produksi. Sementara itu, jurnal penyesuaian lain untuk menimbulkan persediaan dalam proses yang ada pada akhir periode. Rekening lawan yang digunakan dalam jurnal penyesuaian tersebut adalah Ikhtisar Beban pokok produksi.

Biaya Overhead Pabrik (BOP)

11/23/2011 6
Biaya Overhead Pabrik (BOP)

PENGERTIAN BOP

biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi yang tidak langsung terhadap produk. BOP merupakan biaya produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja. contoh biaya BOP adalah biaya yang timbul dari pemakaian bahan penolong, pengawas mesin produksi, mandor,sewa,pajak, asuransi, depresiasi, penerangan tenaga (listrik) yang digunakan untuk fasilitas produksi.

PENGERTIAN BOP PENGHITUNGAN BOP

Dasar penghitungan tarip BOP.
pembebanan BOP dapat dilakukan berdasarkan pemacu biaya (cost driver) yaituvolume activity atau berdasarkan non volume activity. dengan menggunakan volume activity tarip BOP dibagi dengan jumlah volume aktivitas.

Dasar (cost driver) 
yang termassuk volume aktivitas.

  •    jam mesin
TARIP = anggaran BOP pada kapasitas normal  
                     Taksiran jam mesin

  • biaya bahan baku
TARIP = estimasi BOP          x 100%
             estimasi biaya bahan

  • unit produksi
  • biaya tenaga kerja langsung
TARIP= anggaran BOP   x 100%
             estimasi BTKL


  • jam kerja langsung
TARIP =anggaran BOP  x 100%
              estimasi JKL 


KONSEP KAPASITAS.


a. kapasitas teoritis

yaitu output maksimum yang dapat dicapai secara mutlak dengan anggapan semua beroperassi secara sempurna.


b. kapasitas praktis

yaitu output maksimum pada departemen yang beroperasi secara efisien .


c. kapisitas normal.

yaitu penyempurnaan kelemahan a konsep diatas. merupakan dasat yang baik dan tepat untuk memperhitungkan besarnya BOP.


d. kapasitas yang diharapkan

yaitu merupakan rencan produksi yang penting untuk memenuhi kebutuhan penjualan pada tahun yang akan datang.

dukung yang sangat penting bagi kegiatan produksi. aktivitasnya tidak secara langsung memproses produk. contoh departemen jasa pada perusahaan pabrikasi adalah departemen penangananbahan, departemen bengkel

ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN JASA KE DEPARTEMEN PRODUKSI

Departemen produksi adalah departemen yang bertanggungjawab secara langsung terhadap proses produksi atau proses pembuatan produk atau jasa yang akan dijual ke konsumen. departemen produksi merupakan departemen yang mengolah bahan secara langsung menjadi produk jadi. contoh departemen produksi pada rumah sakit umum (RSU) adalah unit gawat darurat, dan bagian operasi.pada perusahaan pabrikasi departemen produksinya adalah departemen pembentukan, departemen perakitan, departemen penyelesaian, departemen pengepakan.

Departemen jasa adalah departemen yang menghasilkan jasa penl, departemen pembangkit listrik, departemen perawatan gedung.biaya yang timbul didepartemen jasa merupakan bagian dari biya produk yang harus dibebankan atas produk. karena biaya-biaya tersebut termasuk BOP maka biaya tersebut harus di bebankan ke produk. pembebanan biaya ke produk dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu:
  • pengalokasian biaya departemen jasa ke departemen produksi;
  • pembebanan biaya ke produk.
pengalokasian biaya-biaya yang terjadi didepatemen jasa ke departemen produksi memiliki tujuan untuk:
  • Penentuan harga produk 
  • menghitung profitabilitas tiap jenis produk (product line)
  • memprediksi efek ekonomi dari perencanaan dan pengendaliaan 
  • menilai persediaan
  • memotivasi menejer

DASAR ALOKASI

Biaya yang terjadi didepartemen jasa dialaokasikan ke departen-departemen yang menikmati jasanya. sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya departemen jasa dapat berupa jumlah pemakaian jasa, luasa lantai dan yang lainnya. dasar alokasi dipilah apakah menunjukan adanya hubungan yang jelas antara jumlah jasa yang dinikmati dengan jumlah biaya yang timbul. misal pembebanan biaya departemen tenaga listrik ke departemen yang menikmatinya, berdasarkan jumlah KWH yang dipakai. seandainya departemen A mengkonsumsi jasa departemen tenaga listrik sebesar 100 KWH sedang tarip 1 KWH sama dengan Rp 45,00 maka terhadap departemen A tersebut dibebani biaya alokasi sebesar 100 KWH x Rp 45,00 =Rp 4.500,00

METODE PENGHITUNGAN ALOKASI BIAYA

Metode langsung merupakan metode yang sederhana.semua biaya yang terjadi didepartemen jasa secara langsung dialokasikan kedepartemen produksi. metode ini mengabaikan pemakaian jasa oleh departemen lain. meskipun terjadi suatu departemen jasa menikmati departemen jasa lainnya, namun terhadap departemen tersebut tidak dibebani biaya pemakain jasa.

Metode step-down merupakan mengalokasian biaya secara bertahap. metode ini telah memperhitungkan adanya pemakaian jasa oleh departemen lainnya. oleh karena itu departemen yang menikmati jasanya harus dibebani biaya .departemen yang telah mengalokasikan semua biayanya tidak mendapat alokasi biaya dari departemen lain. umumnya urutan alokasi dilakukan terlebih dahulu dari departemen yang jumlah biayanya paling besar atau dari departemen jasa yang jasanya paling banyak digunakan oleh departemen lain.

Metode resiprokal  merupakan metode yang mengalokasikan semua biaya yang terjadi didepartemen jasa kepada semua departemen lain yang menikmati.selain dialokasikan kedepartemen produksi, biaya yang terjadi didepartemen jasa juga dialokasikan ke departemen jasa lain. metode ini dilakukan secra manual, pengalokasian biaya dilakukan berulang-ulang, karena departemen jasa yang telah dialokasikan biayanya akan menerima alokasi biaya departemen jasa yang lain. pengalokasian yang berulang- ulang tersebut dapat dihindari dengan menyelesaikan persamaan matematika.

j1 = Jsa1 + aJ2 + bJ3
j2 = Jsa2 + cJ1 + dJ3
p1 = Psa1 + gJ1 + hj2
p2 = Psa2 + iJ2 + jJ2

keterangan
J 1,2 = biaya departemen jasa 1, 2 (setelah mendapat alokasi dari departemen lain)
Jsa 1,2 = biaya departemen jasa sebelum menerima alokasi departemen lain.
Psa1,2 = biaya departemen produksi sebelum menerima alokasi departemen lain.
a,b...j = presentase alokasi.

Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

11/22/2011 0
Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Pembayaran gaji kepada tenaga kerja langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam buku perlu disediakan perkiraan tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada akhir periode dibuatkan jurnal penyesuaian untuk upah yang masih belum saatnya dibayar. 

Pembebanan biaya buruh langsung dilakukan dengan membuat jurnal penutup ke rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.

Biaya tenaga kerja langsung adalah bagian dari upah atau gaji yang dapat secara khusus dan konsisten ditugaskan atau berhubungan dengan pembuatan produk, urutan pekerjaan tertentu, atau penyediaan layanan juga, kita juga dapat mengatakan hal itu adalah biaya pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja yang benar-benar membuat produk pada lini produksi.


Penentuan biaya tenaga kerja langsung


  • Perencanaan pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Menggambarkan isi pekerjaan dari pekerjaan, dengan menunjukkan keterampilan, pengetahuan, dll
  • Pencocokan pekerjaan dengan karyawan.
Penggunaan
Biaya tenaga kerja langsung merupakan bagian dari biaya manufaktur.

Perhitungan biaya tenaga kerja langsung

Dalam biaya tenaga kerja langsung kita perlu memiliki waktu kerja dan upah yang akan dibayarkan kepada pekerja untuk dapat menghitung biaya tenaga kerja langsung seperti dalam formulasi ini

Biaya tenaga kerja langsung = waktu x upah

Bahan Baku (Raw Materials)

11/20/2011 1
Bahan Baku (Raw Materials)

Pembelian bahan baku, seperti halnya perusahaan dagang, dicatat dalam buku pembelian (untuk pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (untuk pembelian tunai). Pembayaran hutang yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas. Di buku besar, pembelian bahan baku dicatat dalam rekening pembelian dan rekening-rekening lain yang berhubungan, misalnya potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Pengeluaran bahan baku dari gudang untuk produksi tidak dicatat. Pemakaian bahan baku selama suatu periode dihitung sebagai berikut:


Pemakaian bahan baku

Jadi, seperti dalam perusahaan dagang, perkiraan persediaan bahan baku hanya digunakan
untuk menampung ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode. Jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai persediaan yang ada di awal dan akhir periode. Sementara itu, nilai persediaan ditentukan dengan mengadakan penghitungan fisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan (awal dan akhir) dilakukan terhadap rekening Ikhtisar Beban pokok produksi.

sumber: Akuntansi Industri (Ali Afran Jilid 1) 


Beban Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured)

Beban Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured)

11/19/2011 1
Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode.
Beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement). Laporan ini merupakan bagian dari beban pokok penjualan (cost of goods sold).

Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)

11/17/2011 1
Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)

Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya pabrikasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Tiga komponen biaya yang terdapat dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. 

Biaya overhead adalah semua biaya pabrikasi (semua biaya yang terkait dengan proses produksi) yang bersifat tidak langsung, termasuk biaya-biaya yang dibebankan pada persediaan dalam proses pada akhir periode. Biaya overhead ini seringkali tidak dapat diatribusikan/dilekatkan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan secara spesifik. Karena biaya ini biasanya dinikmati bersama selama proses produksi berlangsung. Dalam situasi tertentu dapat pula disebut sebagai biaya bersama (common cost).


Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung sering pula disebut sebagai biaya utama (prime cost), yaitu biaya yang merupakan komponen utama dari produk yang dibuat dan dapat dengan mudah diatribusikan pada masing-masing unit produk yang dikerjakan atau dibuat. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead sering pula disebut sebagai biaya konversi (conversion cost), yaitu biaya yang dikeluarkan atau terjadi sehingga bahan baku dapat diubah menjadi produk jadi.

Kelompok biaya lain selain biaya produksi adalah biaya periode (period cost), yaitu biaya non-pabrikasi yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni beban penjualan atau pemasaran dan beban-beban administratif. Klasifikasi biaya yang berbeda-beda ini dilakukan agar dapat mengukur kinerja atau prestasi masing-masing bagian secara lebih fair. 

Kata lainnya adalah, alokasi yang tepat akan dapat meningkatkan pertanggungjawaban masingmasing bagian. Sehingga sebuah beban, bisa jadi teralokasikan ke dalam pos-pos yang berbeda walaupun jenisnya sama. Beban depresiasi komputer, misalnya, bisa jadi merupakan kelompok biaya overhead, jika komputer tersebut berada di atau dipergunakan untuk kegiatan oleh departemen produksi.

Mungkin juga merupakan beban pemasaran/penjualan jika komputer tersebut dimanfaatkan oleh bagian tersebut. Atau boleh jadi pula beban depresiasi komputer tersebut merupakan kelompok beban adminstratif jika komputernya digunakan oleh bagian kantor atau administrasi. 

Oleh karena itulah kita harus dapat mengklasifikasikan setiap beban ke dalam kelompok biaya yang tepat karena berdasarkan laporan tersebut kinerja suatu bagian/seseorang akan diukur.

Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

11/16/2011 2
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
  2. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
  3. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Contoh biaya overhead pabrik adalah: 
  • Bahan pembantu (kadangkadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel);
  • Tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor; 
  • Pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair); 
  • Listrik, air telepon dan lainlain.

Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur

11/16/2011 1

Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus dalam akuntansi perusahaan manufaktur adalah persediaan, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksi. Persediaan (Inventory) Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
  • Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
  • Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
  • Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost) 
  • Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifkasikan dengan barang jadi. 
Contoh bahan baku : kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
  • Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifkasikan langsung dengan barang jadi. 
Contoh buruh langsung : tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT). 
  • Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifkasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan. 

Contoh biaya overhead pabrik adalah
    1. bahan pembantu (kadang-kadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel)
    2. tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifkasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor Tahap Pengikhtisaran 
      1. Pembuatan Neraca Saldo
      Neraca saldo adalah daftar saldo-saldo perkiraan yang ada dalam buku besar perusahaan pada saat tertentu yang jumlah antara saldo debet dengan kredit selalu seimbang.

      2. Pembuatan Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian
      Neraca Lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuaangan dengan cara yang sistematis. Sedangkan Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan akun-akun sementara setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.

      3. Penyusunan Laporan Keuangan
      Laporan Keuangan adalah informasi yang disusun dan disajikan perushaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

      4. Pembuatan Jurnal Penutup
      Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.

      5. Pembuatan Neraca Saldo Penutup

      6. Jurnal Balik
      Jurnal Balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya Tiga Sistem Akuntansi Perusahaan Manufaktur Tiga sistem yang populer untuk membukukan dan melaporkan persediaan dan proses pembuatan adalah :
      1. Sistem Periodik
      2. Sistem Job Orde Cost (biaya pesanan), yang menggunakan metode perpetual
      3. Sistem Process Cost (biaya proses) yang juga menggunakan metode perpetual