Showing posts with label Akuntansi Keuangan Menengah. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Keuangan Menengah. Show all posts

Pengertian dan Fungsi Anggaran

4/05/2012 3
Pengertian dan Fungsi Anggaran

Pengertian Anggaran:

Glenn A Welsch mendefenisikan "Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management" 

Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha. 

Dari defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan : 
  • Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti. 
  • Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika. 
  • Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang berdasarkan asumsi tertentu. 
  • Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan pengawasan. 

Fungsi Anggaran:

Fungsi anggaran dapat dibagi menjadi 4 yaitu fungsi perancanaan, pengawasan, koordinasi dan anggaran sebagai pedoman kerja. Keempat fungsi tersebut masing-masing memiliki tujuan yang telah ditetapkan yaitu:

a. Fungi Perencanaan 
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. 
Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut: "Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".

Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik. 

b. Fungsi Pengawasan 
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan. 

c. Fungsi Koordinasi 
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik. 

d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja 
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

12/23/2011 3
Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas

Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

Suatu pengertian yang lengkap mengapa dan bagaimana suatu perusahaan menyimpan kas? suatu konsep yang akurat tentang bagaimana aliran kas masuk dan keluar perusahaan. suatu pendapat ekonomi klasik yaitu John Maynard Keynes membagi perusahaan-perusahaan ke beberapa unit ekonomis permintaan untuk kas dalam tiga kategori yaitu:

1. Motif Transaksi
Sisa kas untuk tujuan transaksi, mengembangkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan kas yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan umum yang dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis. saldo-saldo transaksi digunakan untuk memenuhi aliran kas keluar yang tidak rutin, jumlah relative kas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan diperngaruhi oleh sejumlah faktor, seperti industri di mana perusahaan berjalan.

2. Motif Berhati-hati
Saldo kas merupakan penyanggah aktiva likuiditas. Motif untuk menyimpan kas berkaitan dengan pemeliharaan saldo kas yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin ada, tetapi yang belum teridentifikasi. Kemampuan pemeliharaan aliran kas juga memiliki suatu pengaruh yang material atas permintaan perusahaan untuk kas melalui motif berhati-hati.

3. Motif Spekulatif
Kas dipegang untuk tujuan spekulatif yang dapat mengambil manfaat dari situasi menghasilkan laba yang potensial.

Contoh: Perusahaan konstribusi yang membangun tempat tinggal pribadi akan menyampaikan kas pada beberapa waktu sebagai antisipasi atau suatu penurunan yang berarti dari harga-harga kayu. Jika harga bahan-bahan bangunan turun maka perusahaan yang menaikkan jumlah saldo kas memperoleh keuntungan untuk membeli bahan-bahan bangunan tersebut dalam jumlah yang besar.


catatan kampus dari bapak Suryadi Sowinangun

Rekonsiliasi Saldo Bank

12/15/2011 9
Rekonsiliasi Saldo Bank

Rekonsiliasi di buat untuk menentukan kesamaan antara saldo kas yang dilaporkan oleh bank dengan saldo yang terdapat dalam catatan nasabah sendiri ( perusahaan).

Rekonsiliasi bank adalah skedul yang menjelaskan setiap perbedaan antara catatan kas bank dengan catatan perusahaan

Pos-pos yang direkonsiliasi adalah :

  1. Deposito dalam perjalanan. Deposito kas akhir bulan yang telah dicatat dalam pembukuan depositor untuk satu bualan baru diterima dan dicatat oleh bank pada bualan berikutnya.
  2. Cek-cek yang beredar, Cek-cek yan ditulis oleh depositor dicatat ketika dituliskan tetapi mungkin belum dicatat- atau “dikliring” oleh bank sampai bualn berikutnya.
  3. Beban bank, Beban dicatat oleh bank terhadap saldo depositor untuk pos-pos seperti jasa bank, pemprosesan cek, cek kosong (not-sufficient-funds)-{NSF} check), dan sewa safe-deposite box. Depositor mungkin belum mengetahui beban-beban ini sampai menerima laporan bank atau rekening koran.
  4. Kredit Bank, Penagihan atau deposito oleh bank atas nama depositor yang mungkin belum diketahui oleh depositor sampai diterimanya laporan bank. Contohnya adalah penagihan wesel untuk depositor dan bunga yang dihasilkan pada rekening koran berbunga.
  5. Kesalahan Bank atau Depositor. Kesalahan baik yang dilakukan oleh bank manapun oleh depositor yang dapat menyebabakan saldo berbeda denagan saldo pembukuan depositor.