Showing posts with label Akuntansi Biaya. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Biaya. Show all posts

Biaya Overhead Pabrik (BOP)

11/23/2011 6
Biaya Overhead Pabrik (BOP)

PENGERTIAN BOP

biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi yang tidak langsung terhadap produk. BOP merupakan biaya produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja. contoh biaya BOP adalah biaya yang timbul dari pemakaian bahan penolong, pengawas mesin produksi, mandor,sewa,pajak, asuransi, depresiasi, penerangan tenaga (listrik) yang digunakan untuk fasilitas produksi.

PENGERTIAN BOP PENGHITUNGAN BOP

Dasar penghitungan tarip BOP.
pembebanan BOP dapat dilakukan berdasarkan pemacu biaya (cost driver) yaituvolume activity atau berdasarkan non volume activity. dengan menggunakan volume activity tarip BOP dibagi dengan jumlah volume aktivitas.

Dasar (cost driver) 
yang termassuk volume aktivitas.

  •    jam mesin
TARIP = anggaran BOP pada kapasitas normal  
                     Taksiran jam mesin

  • biaya bahan baku
TARIP = estimasi BOP          x 100%
             estimasi biaya bahan

  • unit produksi
  • biaya tenaga kerja langsung
TARIP= anggaran BOP   x 100%
             estimasi BTKL


  • jam kerja langsung
TARIP =anggaran BOP  x 100%
              estimasi JKL 


KONSEP KAPASITAS.


a. kapasitas teoritis

yaitu output maksimum yang dapat dicapai secara mutlak dengan anggapan semua beroperassi secara sempurna.


b. kapasitas praktis

yaitu output maksimum pada departemen yang beroperasi secara efisien .


c. kapisitas normal.

yaitu penyempurnaan kelemahan a konsep diatas. merupakan dasat yang baik dan tepat untuk memperhitungkan besarnya BOP.


d. kapasitas yang diharapkan

yaitu merupakan rencan produksi yang penting untuk memenuhi kebutuhan penjualan pada tahun yang akan datang.

dukung yang sangat penting bagi kegiatan produksi. aktivitasnya tidak secara langsung memproses produk. contoh departemen jasa pada perusahaan pabrikasi adalah departemen penangananbahan, departemen bengkel

ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN JASA KE DEPARTEMEN PRODUKSI

Departemen produksi adalah departemen yang bertanggungjawab secara langsung terhadap proses produksi atau proses pembuatan produk atau jasa yang akan dijual ke konsumen. departemen produksi merupakan departemen yang mengolah bahan secara langsung menjadi produk jadi. contoh departemen produksi pada rumah sakit umum (RSU) adalah unit gawat darurat, dan bagian operasi.pada perusahaan pabrikasi departemen produksinya adalah departemen pembentukan, departemen perakitan, departemen penyelesaian, departemen pengepakan.

Departemen jasa adalah departemen yang menghasilkan jasa penl, departemen pembangkit listrik, departemen perawatan gedung.biaya yang timbul didepartemen jasa merupakan bagian dari biya produk yang harus dibebankan atas produk. karena biaya-biaya tersebut termasuk BOP maka biaya tersebut harus di bebankan ke produk. pembebanan biaya ke produk dapat dilakukan melalui dua tahap yaitu:
  • pengalokasian biaya departemen jasa ke departemen produksi;
  • pembebanan biaya ke produk.
pengalokasian biaya-biaya yang terjadi didepatemen jasa ke departemen produksi memiliki tujuan untuk:
  • Penentuan harga produk 
  • menghitung profitabilitas tiap jenis produk (product line)
  • memprediksi efek ekonomi dari perencanaan dan pengendaliaan 
  • menilai persediaan
  • memotivasi menejer

DASAR ALOKASI

Biaya yang terjadi didepartemen jasa dialaokasikan ke departen-departemen yang menikmati jasanya. sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya departemen jasa dapat berupa jumlah pemakaian jasa, luasa lantai dan yang lainnya. dasar alokasi dipilah apakah menunjukan adanya hubungan yang jelas antara jumlah jasa yang dinikmati dengan jumlah biaya yang timbul. misal pembebanan biaya departemen tenaga listrik ke departemen yang menikmatinya, berdasarkan jumlah KWH yang dipakai. seandainya departemen A mengkonsumsi jasa departemen tenaga listrik sebesar 100 KWH sedang tarip 1 KWH sama dengan Rp 45,00 maka terhadap departemen A tersebut dibebani biaya alokasi sebesar 100 KWH x Rp 45,00 =Rp 4.500,00

METODE PENGHITUNGAN ALOKASI BIAYA

Metode langsung merupakan metode yang sederhana.semua biaya yang terjadi didepartemen jasa secara langsung dialokasikan kedepartemen produksi. metode ini mengabaikan pemakaian jasa oleh departemen lain. meskipun terjadi suatu departemen jasa menikmati departemen jasa lainnya, namun terhadap departemen tersebut tidak dibebani biaya pemakain jasa.

Metode step-down merupakan mengalokasian biaya secara bertahap. metode ini telah memperhitungkan adanya pemakaian jasa oleh departemen lainnya. oleh karena itu departemen yang menikmati jasanya harus dibebani biaya .departemen yang telah mengalokasikan semua biayanya tidak mendapat alokasi biaya dari departemen lain. umumnya urutan alokasi dilakukan terlebih dahulu dari departemen yang jumlah biayanya paling besar atau dari departemen jasa yang jasanya paling banyak digunakan oleh departemen lain.

Metode resiprokal  merupakan metode yang mengalokasikan semua biaya yang terjadi didepartemen jasa kepada semua departemen lain yang menikmati.selain dialokasikan kedepartemen produksi, biaya yang terjadi didepartemen jasa juga dialokasikan ke departemen jasa lain. metode ini dilakukan secra manual, pengalokasian biaya dilakukan berulang-ulang, karena departemen jasa yang telah dialokasikan biayanya akan menerima alokasi biaya departemen jasa yang lain. pengalokasian yang berulang- ulang tersebut dapat dihindari dengan menyelesaikan persamaan matematika.

j1 = Jsa1 + aJ2 + bJ3
j2 = Jsa2 + cJ1 + dJ3
p1 = Psa1 + gJ1 + hj2
p2 = Psa2 + iJ2 + jJ2

keterangan
J 1,2 = biaya departemen jasa 1, 2 (setelah mendapat alokasi dari departemen lain)
Jsa 1,2 = biaya departemen jasa sebelum menerima alokasi departemen lain.
Psa1,2 = biaya departemen produksi sebelum menerima alokasi departemen lain.
a,b...j = presentase alokasi.

Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

11/16/2011 2
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
  2. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
  3. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Contoh biaya overhead pabrik adalah: 
  • Bahan pembantu (kadangkadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel);
  • Tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor; 
  • Pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair); 
  • Listrik, air telepon dan lainlain.

METODE HARGA POKOK PESANAN DAN METODE HARGA POKOK PROSES

8/01/2011 1
METODE HARGA POKOK PESANAN  DAN METODE HARGA POKOK PROSES

Akuntansi Biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan untuk menentukan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan.


Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan pesanan

Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan mengolah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan dari luar atau dari dalam perusahaan. Karakteristik usaha tersebut adalah sebagai berikut :
  • Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, proses produksi dihentikan, dan mulai pesanan berikutnya.
  • Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian antara pesanan yang satu dengan lainnya mempunyai variasi yang berbeda-beda.
  • Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan di gudang.

Karakteristik metode harga pokok pesanan

Karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan tersebut diatas berpengaruh terhadap pengumpulan biaya produksinya. Metode pengumpulan biaya produksi (metode harga pokok pesanan) yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan adalah sebagai berikut :
  • Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan psesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokoknya secara individual.
  • Biaya produksi harus dipisahkan menjadi dua golongan pokok : biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.
  • Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya produksi tak langsung disebut dengan isstilah biaya overhead pabrik.
  • Biaya produksi langsung diperhitungkan, sesuai dengan yang sesungguhny terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
  • Harga pokok per unit produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan proses

Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses produksi perusahaan. Dalam perusahan yang berproduksi massa,karakteristik produksinya adalah sebagai berikut :
  • Produksi yang dihasilkan merupakan produk standar.
  • Produk yang dihasilkan dari bulan kebulan adalah sama.
  • Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode  Harga Pokok Pesanan

Untuk memahami karakteristik metode harga pokok proses, berikut ini disajikan perbedaan metode harga pokok proses dengan harga pokok pesanan.
Pengumpulan Biaya Produksi. 
Metode harga pokok pesanan mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan, sedangkan metode harga pokok proses mengumpulkan biaya produksi per departemen produksi per periode akuntansi.

Perhitungan Harga Pokok Produksi Per Satuan. 
Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok produksi per satuan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

Penggolongan Biaya Produksi. 
Didalam harga pokok pesanan, biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dengan biaya produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung dibebankan kepada produksi berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

Unsur yang Digolongkan dalam Biaya Overhead Pabrik.
Didalam metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong,biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka. Di dalam metode harga pokok proses, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya produksi selain biaya bahan baku dan bahan penolong dan biaya tenaga kerja (baik yang langsung maupun yang tidak langsung). Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produksi sebesar biaya yang sesungguhnya terjadi selama periode akuntansi tertentu.

Klasifikasi atau Penggolongan Biaya

7/26/2011 1
Klasifikasi atau Penggolongan Biaya

Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggolongkan biaya diantaranya : 


Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan


a. Factory Cost (Biaya Produksi)
  • Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost) 
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) 
  • Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead) 
b. Commercial Expense (Operating Expense)
  • Marketing and Selling Expense 
  • General & Administration Expense 

Berdasarkan Periode Akuntansi

  • Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan member manfaat pada beberapa periode akuntansi. Jenis pengeluaran ini dikapitalisir dan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini member manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan pengeluaran ini sifatnya tidak rutin. 
  • Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi. Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periodeterjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya pengeluaran ini sifatnya rutin.

Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya

  • Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka waktu tertentu. 
  • Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu.

Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya

  • Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik yang eksplisit dengan output. 
  • Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat dengan output. 
  • Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi.

Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya

  • Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. 
  • Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel. 
  • Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding/proporsional.

Berdasarkan Objek yang di biayainya

  • Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi kepada objek atau pusat biaya tertentu. 
  • Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.

Klasifikasi Biaya

7/05/2011 1
Klasifikasi Biaya

Biaya diklasifikasikan berdasarkan hubungan biaya tersebut dengan:

1. Produk
Berdasarkan produk, biaya diklasifikasikan menjadi biaya langsung dan biayatidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang secara langsung mengubah bahan menjadi barang jadi, terdiri dari Biaya Bahan Baku Langsung dan Upah Langsung. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak secara langsung 
mengubah bahan menjadi barang jadi.

2. Volume kegiatan.
Berdasarkan volume kegiatan, biaya diklasifikasikan menjadi biaya variabel, biaya tetap dan biaya semi variabel.

3. Departemen
Berdasarkan departemen, pengklasifikasian biaya ditujukan untuk kepentingan administratif maupun pengendalian pada departemen yang menjadi pusat-pusat biaya. Kinerja para manajer diukur berdasarkan kemampuannya mengendalikan biaya, yaitu dengan membandingkan antara biaya aktual dengan anggarannya. Pengklasifikasi biaya ini juga dikaitkan dengan alokasi beban suatu departemen (misal departemen A) kepada departemen lain (misal departemen B) yang menikmati kontribusi manfaat dari kegiatan departemen A. Oleh karena itu, akan dikenal pengelompokan “Departemen Produksi dan Jasa”. Dalam pengklasifikasian ini, departemen produksi akan dibebani oleh biaya yang terjadi di departemen jasa karena departemen ini telah memberikan kontribusi berupa jasa kepada kegiatan produksi.

4. Periode akuntansi
Berdasarkan periode akuntansi, biaya diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal (Capital Expenditure) dan pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure). Pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk perolehan aktiva yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, sedangkan pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat dalam periode berjalan dan akan dicatat sebagai beban.

5. Alternatif Keputusan
Manajemen sering berhadapan dengan situasi dimana mereka harus mengambil keputusan yang dikaitkan dengan alternatif atau pilihan, misalnya membeli atau membuat sendiri suatu barang yang dibutuhkan, menghentikan atau melanjutkan salah satu bagian usahanya, menerima atau menolak suatu pesanan khusus dengan harga dibawah harga jual normal. Dalam kondisi ini, sangat dibutuhkan pemahaman manajemen tentang biaya yang relevan dan yang tidak relevan dengan berbagai alternatif pilihan tersebut beserta dengan pertimbangannya. Contoh biaya yang berhubungan dengan alternatif keputusan antara lain Defferential Cost, Opportunity Cost, dan Sunk Cost. Berikut ini adalah biaya produksi yang terdapat pada perusahaan manufaktur yaitu:
Bahan Baku Langsung (Direct Material), meliputi material (bahan baku) yang secara fisik menjadi bagian dari produk jadi dan secara terpisahdapat dengan mudah ditelusuri ke produk jadi. Upah Langsung (Direct Labor), adalah biaya gaji dan upah yang dikeluarkan dalam rangka mengubah bahan baku menjadi produk jadi(Finished Goods). Biaya Produksi Tidak Langsung (Factory Overhead), mencakup pemakaian bahan pembantu, upah tidak langsung, dan biaya lain yang tidak dapat dibebankan secara langsung ke produk.

Manfaat Akuntansi Biaya

6/30/2011 1
Manfaat Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

Manfaat Akuntansi Biaya 

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.

Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu untuk :

Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam :
penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses,
penetapan harga jual terutama harga jual yang didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok,
penetapan laba.

Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.