Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

11/16/2011 2
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
  2. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
  3. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Contoh biaya overhead pabrik adalah: 
  • Bahan pembantu (kadangkadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel);
  • Tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor; 
  • Pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair); 
  • Listrik, air telepon dan lainlain.

Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur

11/16/2011 1

Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus dalam akuntansi perusahaan manufaktur adalah persediaan, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksi. Persediaan (Inventory) Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:
  • Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
  • Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
  • Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost) 
  • Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifkasikan dengan barang jadi. 
Contoh bahan baku : kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
  • Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifkasikan langsung dengan barang jadi. 
Contoh buruh langsung : tukang kayu dalam perusahaan mebel atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT). 
  • Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifkasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan. 

Contoh biaya overhead pabrik adalah
    1. bahan pembantu (kadang-kadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik (mur, baut dan pelitur dalam perusahaan mebel)
    2. tenga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifkasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor Tahap Pengikhtisaran 
      1. Pembuatan Neraca Saldo
      Neraca saldo adalah daftar saldo-saldo perkiraan yang ada dalam buku besar perusahaan pada saat tertentu yang jumlah antara saldo debet dengan kredit selalu seimbang.

      2. Pembuatan Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian
      Neraca Lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuaangan dengan cara yang sistematis. Sedangkan Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan akun-akun sementara setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.

      3. Penyusunan Laporan Keuangan
      Laporan Keuangan adalah informasi yang disusun dan disajikan perushaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

      4. Pembuatan Jurnal Penutup
      Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.

      5. Pembuatan Neraca Saldo Penutup

      6. Jurnal Balik
      Jurnal Balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya Tiga Sistem Akuntansi Perusahaan Manufaktur Tiga sistem yang populer untuk membukukan dan melaporkan persediaan dan proses pembuatan adalah :
      1. Sistem Periodik
      2. Sistem Job Orde Cost (biaya pesanan), yang menggunakan metode perpetual
      3. Sistem Process Cost (biaya proses) yang juga menggunakan metode perpetual

      Negara Berkembang VS Negara Maju

      11/15/2011 1




                                                                                                                                                         
      PROFIL NEGARA MAJU
                                                                         





      PENDAPATAN PERKAPITA PENDUDUK NEGARA BERKEMBANG LEBIH RENDAH




      PENDAPATAN PERKAPITA PENDUDUK NEGARA MAJU LEBIH TINGGI


                                                                                                                 
      Negara Berkembang kesempatan kerja lebih sedikit, sehinggakegiatan ekonomi masyarakat lebih banyak terserap di sektor pertanian dan perikanan



      NegaraMaju kesempatan kerja lebih terbuka danindustri di Negara Maju sangat berkembang dan kegiatan penduduknya



      NegaraMaju penduduknya rata-rata menggunakan teknologi canggih dalam kegiantanindustry

      Laporan laba Rugi dan Informasi Lain yang Berhubungan dengan Laba Rugi

      11/09/2011 2
      Laporan laba Rugi dan Informasi Lain yang Berhubungan dengan Laba Rugi


      Laporan Laba Rugi

      Laporan Laba Rugi (Income Statement) yang juga sering disebut statement of income atau statement of earnings adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan laba rugi menyediakan informasi yang diperlukan oleh para investor dan kreditor untuk membantu mereka memprediksikan jumlah, penetapan waktu dan ketidakpastian dari arus kas masa depan. Kegunaan Laporan Laba Rugi
      1. Mengevaluasi kinerja masa lalu perusahaan
      2. Memberikan dasar untuk memprediksi kinerja masa depan
      3. Membantu menilai risiko atau ketidakpastiani pencapaian arus kas masa depan
      Keterbatasan Laporan Laba Rugi
      1. Pos-pos yang tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan laba rugi
      2. Angka-angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan
      3. Pengukuran laba yang melibatkan pertimbangan.

      Kualitas Laba

      Pengelolaan laba sering didefinisikan sebagai perencanaan waktu pendapatan, beban, keuntungan dan keinginan untuk mengurangi gejolak laba. Pengelolaan laba juga dapat digunakan untuk menurunkan laba tahun berjalan dalam rangka menaikkan laba masa depan. Pengelolaan laba semacam itu memiliki dampak negatif terhadap kualitas laba (quality of earnings) jika hal itu mendistorsi informasi yang terdapat laporan laba rugi sedemikian rupa sehingga mengurangi manfaatnya untuk tujuanj peramalan laba dan arus kas masa depan. Laba akuntansi merupakan hasil penerapan sistem akuntansi dasar akrual, yang mencatat transaksi sesuai dengan aturan pengukuran yang ada. Karena laba akuntansi umumnya didasarkan atas biaya historis, maka relevansinya tidak selalu seperti yang diharapkan. Dan karena umumnya pencatatan dilakukan setelah transaksi terjadi, maka laba yang dilaporkan tidak selalu tepat waktu.
      Secara konseptual, laba ekonomi merupakan jumlah sumber daya yang dapat di konsumsi atau digunakan perusahaan selama suatu periode dengan mempertahankan kekayaan pada akhir periode minimal sama dengan awal periode. Karena laba ekonomi sering membutuhkan estimasi, maka keandalannya tidak selalu seperti yang diharapkan. 
      Kualitas laba dapat dipengaruhi oleh pilihan manajemen diantara berbagai aturan pengukuran akuntansi alternatif yang dapat diterima. Penundaan pengakuan pendapatan serta mempercepat pengakuan beban, secara umum dipandang akan menghasilkan angka laba dengan kualitas yang lebih tinggi.
      Prinsip pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa semua informasi yang relevan dalam bisnis perusahaan dilaporkan pada laporan keuangan, termasuk catatan pengungkapan. 
      Dua format umum penyajian informasi dalam laporan laba rugi yang tidak secara spesifik diatur standar akuntansi, adalah format dan bertahap.
      Format tunggal hanya menggunakan dua klasifikasi besar dalam penyajiannya : bagian pendapatan dan keuntungan serta bagian beban dan kerugian. Total beban dan kerugian dikurangkan dari total pendapatan dan keuntungan untuk menentukan jumlah laba bersih. Format laporan laba rugi bertahap menyajikan komponen pendukung laba, seperti laba kotor, laba dari operasi berkelanjutan. Format bertahap dirancang untuk menekankan hubungan yang penting pada berbagai kategori pendapatan dan terkait.
      Pos-pos luar biasa berasal dari transaksi atau kejadian yang jarang terjadi dan juga tidak biasa. Pos ini harus dilaporkan, setelah pengaruh pajak penghasilan sebagai komponen laba yang terpisah, dan ditempatkan setelah laba dari operasi berkelanjutan. Keuntungan atau kerugian yang berasal dari penjualan atau pelepasan segmen perusahaan yang kegiatannya menunjukkan lini usaha utama atau kelas konsumen terpisah yang harus dilaporkan, setelah pengaruh pajak penghasilan, sebagai komponen laba yang terpisah, ditempatkan setelah laba dari operasi berkelanjutan dan sebelum pos-pos luar biasa. 
      Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi harus dilaporkan pada laporan laba rugi, setelah pengaruh pajak penghasilan, sebagai komponen laba terpisah dan ditempatkan setelah pos-pos luar biasa.
      Alokasi pajak intraperiode merupakanalokasi total beban pajak penghasilan untuk suatu periode diantara laba dari operasi berkelanjutan dan pos-pos lainnya yang memiliki pengaruh pajak penghasilan tetapi dilaporkan terpisah dalam laporan laba rugi. Laporan alba ditahan melaporkian semua perubahan laba ditahan selama periode tersebut, termasuk penyesuaian sebelumnya (setelah pajak), laba atau rugi bersih dan pengumuman dividen. Jumlah laba per saham perlu dilaporkan pada laporan laba rugi untuk (a) laba dari operasi berkelanjutan, (b) pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi, jika ada dan (c) laba bersih. Kebanyakan perusahaanjuga melaporkan jumlah per saham untuk operasi yang dihentikan dan pos-pos luar biasa.

      Format Laporan Laba Rugi

      Laba bersih berasal dari transaksi pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Transaksi-transaksi ini diiktisarkan dalam laporan laba rugi. Metode pengukuran laba ini dikenal sebagai pendekatan transaksi (transaction approach).


      Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung

      Laporan laba rugi bentuk langsung (single step income statement) hanya ada dua pengelompokkan : yaitu pendapatan dan beban. Beban dikurangkan dan pendapatan untuk menghitung laba atau rugi bersih. Keunggulan utama format langsung terletak pada kesederhanaan penyajian tidak adanya implikasi bahwa satu jenis pos pendepatan atau beban lebih diprioritaskan dari yang lainnya. 
      Contoh laporan laba rugi bentuk langsung :




      Laporan Laba Rugi Bertahap

      Laporan laba rugi bertahap (multiple step income statement) memperlihatkan dua klasifikasi : 1) Pemisahan hasil operasi yang diperoleh melalui aktivitas sekunder atau non operasi perusahaan, dan 2) Klasifikasi beban menurut fungsi, seperti perdagangan atau manufaktur dan administrasi.

      UNSUR-UNSUR AKTIVA

      9/29/2011 1
      UNSUR-UNSUR AKTIVA

      Aktiva Lancar (current assets), adalah kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau dikonsumsi dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi, tergantung mana yang lebih panjang. Aktiva lancar disajikan dalam neraca menurut urutan likuiditas. Lima pos penting dari aktiva lancar adalah kas (cash), investasi jangka pendek (short term investment), piutang (account receivable), persediaan (inventory), pembayaran dimuka (Prepayment).
      1. Kas (Cash), dilaporkan pada nilai ditetapkannya. Dimana kas dilaporkan ? tergantung disposisi dari kas. Suatu kas yang penggunaannya tidak dibatasi dilaporkan sebagai aktiva lancar, begitu juga kas yang penggunaannya dibatasi untuk membayar kewajiban yang segera jatuh tempo, Namun jika pembatasan tersebut terjadi karena akan digunakan selain pelunasan hutang lancar, maka tidak boleh dilaporkan sebagai aktiva lancar, tapi sebagai aktiva lain-lain. 
      2. Investasi Jangka Pendek (dalam sekuritas), dikelompokkan ke dalam tiga portfolio yang terpisah untuk tujuan penilaian dan pelaporan. Sekuritas yang dipegang-hingga jatuh tempo (held-to-maturity) dan sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sale) dapat diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau tidak lancar tergantung kondisinya, sedang semua sekuritas diperdagangkan (trading) apakah itu sekuritas hutang atau ekuitas diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.
      3. Piutang (Account Receivable), semua hal yang terkait dengan piutang seperti kerugian yang diantisipasi akibat piutang tidak tertagih, jumlah dan sifat dari piutang non dagang, serta setiap piutang yang didiskontokan atau digadaikan sebagai jaminan harus diidentifikasi dengan jelas. 
      4. Persediaan (inventory), untuk menyajikan persediaan secara tepat, dasar penilaian yaitu mana yang terendah antara biaya dan harga pasar, serta metode penetapan harga yaitu fifo, lifo atau linnya harus diungkapkan. 
      5. Beban Dibayar di Muka, yang termasuk dalam aktiva lancar adalah pengeluaran yang telah dilakukan untuk manfaat yang akan diterima dalam waktu satu tahun atau siklus operasi, tergantung mana yang lebih panjang. Aktiva tidak lancar adalah seluruh aktiva yang tidak diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Aktiva tidak lancar disajikan dalam kelompok yang berbeda-beda, seperti investasi jangka panjang, property, pabrik dan peralatan, aktiva tidak berwujud, dan aktiva lainnya. 
      • Investasi yang dimiliki untuk tujuan jangka panjang seperti untuk memperoleh penghasilan rutin laba, kendali atas kepemilikan perusahaan dikelompokkan dalam investasi. Sekuritas hutang atau ekuitas yang dibeli untuk tujuan investasi dan tidak untuk dijual dalam waktu satu tahun diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang. 

      • Properti, Pabrik dan Peralatan (Property, Plant and Equipment / PPE), yang berwujud dan bersifat permanen (selain tanah) digunakan dalam operasi bisnis dimasukkan dalam kelompok Propert, Pabrik, dan Peralatan dan disajikan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Jika nilai sekarang dari property berwujud lebih kecil dari biaya perolehan yang telah dikurangi akumulasi penyusutan, maka aktiva tersebut mengalami penurunan manfaat atau nilai (impairment). 
      • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset), merupakan asset yang tidak memiliki substansi fisik dan biasanya mempunyai tingkat ketidakpastian terkait dengan manfaat masa depannya. Aktiva ini merupakan hak jangka panjang yang diperoleh perusahaan, digunakan dalam operasi perusahaan. Aktiva tidak berwujud meliputi goodwill, hak patent, hak cipta, waralaba (franchise), formula, merek dagang dan sebagainya. 
      • Aktiva Lainnya (Other Assets) merupakan semua aktiva yang tidak dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok sebelumnya. Bentuk aktiva ini sangat bervariasi dalam praktek. Umumnya meliputi beban yang ditangguhkan seperti beban pajak yang ditangguhkan yang terjadi akibat perhitungan laba kena pajak melebihi laba yang dilaporkan pada periode tersebut, uang muka kepada anak perusahaan dan lain-lain.
      Manajemen Keuangan

      Manajemen Keuangan

      9/24/2011 1

      A. Pengertian Manajemen Keuangan 

      Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. 

      Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan : 
      1. Perencanaan Keuangan: Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan kegiatan lainnya untuk periode tertentu. 
      2. Penganggaran Keuangan: Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan. 
      3. Pengelolaan Keuangan: Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. 
      4. Pencarian Keuangan: Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan. 
      5. Penyimpanan Keuangan: Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman. 
      6. Pengendalian Keuangan: Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan system keuangan pada paerusahaan. 
      7. Pemeriksaan Keuangan: Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan. 

      B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan 


      Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
      1. Mendapatkan Dana Perusahaan
      2. Menggunakan Dana Perusahaan
      3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan 

      C. Tujuan Manajemen Keuangan 

      Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

      PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

      9/12/2011 1

      Pengertian dan Rumusan Persamaan Dasar Akuntansi

      Persamaan Dasar Akuntansi


                  Setelah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep dasar akuntansi, marilah kita lanjutkan kegiatan kita dengan penyelenggaraan proses akuntansi. Untuk mempermudah dalam melaksanakan proses pencatatan dan pelaporan, sebaiknya kita mulai dari persamaan dasar akuntansi. Persamaan ini merupakan ringkasan dari pencatatan hasil analisis setiap peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang terjadi. Coba Anda ingat-ingatkembali pengertian peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang telahdikemukakan dalam bagian I modul ini! Jika terjadi transakasi  keuangan akan menyebabkan terjadinyaperubahan pada aktiva, hutang, dan modal bukan? Perubahan itulah yang kita ringkas dalam persamaan dasar akuntansi.


      Anda telah mengetahui bukan, bahwa kekayaan yangdimiliki oleh suatu organisasi bisnis (perusahaan) disebut asset, harta, atau aktiva sedangkan hak atau klaim terhadapkekayaan tersebut disebut equities ataupassiva? Jika aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan sejumlah Rp 10.000,00maka equities (klaim terhadap asset tersebut) juga senilai Rp 10.000,00.  Hubungan antara dua komponen  tersebut jika digambarkan dalam sebuahpersamaan tampak sebagai berikut:

                                                      Aktiva  =  Equities

       Rp 10.000,00  = Rp10.000,00


      Di sisi lain,hak atau klaim terhadap aktiva tersebut dapat dikelompokkan  menjadi dua macam, yaitu haknya kreditor dan  haknya pemilik. Hak dari  kreditor disebut hutang (liabilities) dan hak dari pemilik disebut modal (capital/owner’s equity). Dengan demikianpengembangan dari persamaan tersebut menjadi sebagai berikut:

                                                      Aktiva = Liabilities + Capital

      Dalam persamaan akuntansi, biasanya penyajian liabilities selalu mendahului capital (modal). Hal ini bukan hanyakebetulan saja, tetapi memiliki makna bahwa kreditor memiliki hak terlebih duluterhadap asset perusahaan dari pada pemilik perusahaan itu sendiri seandainyaperusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Dengan demikian, hak pemilik terhadap assetperusahaan dapat dirumuskan dalam persamaan berikut:
                                                Capital= Aktiva - Liabilities
                  Seandainyapada awal pendirian perusahaan, pemiliknya menyetor uang tunai atau benda lainsenilai Rp 5.000,00 untuk modal awal usahanya tanpa ada hutang, makapersamaannya adalah:

                                                      Aktiva = Capital

           Jadi, Rp 5.000,00 = Rp 5.000,00

      Jika pemilik menambah modal Rp 2.500,00 dari hutang,maka persamaannya menjadi:                   Aktiva     =   Liabilities   +   Capital

          Jadi,  Rp 7.500,00 =  Rp 2.500,00 + Rp 5.000,00

      METODE HARGA POKOK PESANAN DAN METODE HARGA POKOK PROSES

      8/01/2011 1
      METODE HARGA POKOK PESANAN  DAN METODE HARGA POKOK PROSES

      Akuntansi Biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan untuk menentukan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan.


      Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan pesanan

      Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan mengolah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan dari luar atau dari dalam perusahaan. Karakteristik usaha tersebut adalah sebagai berikut :
      • Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan, proses produksi dihentikan, dan mulai pesanan berikutnya.
      • Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian antara pesanan yang satu dengan lainnya mempunyai variasi yang berbeda-beda.
      • Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan di gudang.

      Karakteristik metode harga pokok pesanan

      Karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan tersebut diatas berpengaruh terhadap pengumpulan biaya produksinya. Metode pengumpulan biaya produksi (metode harga pokok pesanan) yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan adalah sebagai berikut :
      • Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan psesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokoknya secara individual.
      • Biaya produksi harus dipisahkan menjadi dua golongan pokok : biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.
      • Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya produksi tak langsung disebut dengan isstilah biaya overhead pabrik.
      • Biaya produksi langsung diperhitungkan, sesuai dengan yang sesungguhny terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
      • Harga pokok per unit produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

      Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan proses

      Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses produksi perusahaan. Dalam perusahan yang berproduksi massa,karakteristik produksinya adalah sebagai berikut :
      • Produksi yang dihasilkan merupakan produk standar.
      • Produk yang dihasilkan dari bulan kebulan adalah sama.
      • Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

      Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode  Harga Pokok Pesanan

      Untuk memahami karakteristik metode harga pokok proses, berikut ini disajikan perbedaan metode harga pokok proses dengan harga pokok pesanan.
      Pengumpulan Biaya Produksi. 
      Metode harga pokok pesanan mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan, sedangkan metode harga pokok proses mengumpulkan biaya produksi per departemen produksi per periode akuntansi.

      Perhitungan Harga Pokok Produksi Per Satuan. 
      Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok produksi per satuan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

      Penggolongan Biaya Produksi
      Didalam harga pokok pesanan, biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dengan biaya produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung dibebankan kepada produksi berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

      Unsur yang Digolongkan dalam Biaya Overhead Pabrik.
      Didalam metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong,biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka. Di dalam metode harga pokok proses, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya produksi selain biaya bahan baku dan bahan penolong dan biaya tenaga kerja (baik yang langsung maupun yang tidak langsung). Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produksi sebesar biaya yang sesungguhnya terjadi selama periode akuntansi tertentu.