Monday, April 30, 2012

ANGGARAN BAHAN BAKU

Anggaran Bahan Baku adalah Anggaran yang bertujuan untuk:
  • Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan
  • Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung
  • Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung 
  • Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku langsung.
  • Sebagai dasar penentuan dasar pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi.
Anggaran Bahan baku biasanya memerlukan 4 (empat) sub-anggaran, yaitu:
1. Anggaran Kebutuhan Baku Langsung 
Adalah anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode yang akan datang
Informasi yang tercantum dalam anggaran kebutuhan bahan baku langsung adalah: 
  • Jenis produk jadi yang dihasilkan 
  • Jenis bahan baku yang digunakan 
  • Departemen produksi yang dilalui dalam proses produksi 
  • *Standard Usage Rate 
  • Waktu penggunaan bahan baku langsung 
  • Kuantitas produk jadi 
*Standard Usage Rate adalah: bilangan yang menunjukkan berapa satuan bahan baku langsung yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan produk jadi


Biasanya kuantitas bahan baku langsung yang dibeli tidak seimbang dengan kebutuhannya, akibatnya : 
  1. Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih besar dari kebutuhannya maka: 
  • Bahan baku langsung banyak yang menumpuk di gudang, yang kemungkinan dapat mengakibatkan kualitasnya turun. 
  • Bahan baku langsung terlalu lama menunggu giliran untuk diproses. 
  • Meningkatnya biaya penyimpanan. 
      2. Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih kecil dari kebutuhannya, maka: 
  • Proses produksi terhambat oleh karena kehabisan bahan baku langsung. 
  • Timbul biaya tambahan untuk mencari bahan baku pengganti dalam jangka waktu secepat mungkin. 
Untuk mendapatkan kuantitas yang tepat, dapat dilakukan penghitungan dengan menggunakan metode EOQ (Economical Order Quantity), yaitu jumlah bahan baku langsung yang harus dibeli setiap kali dilakukan pembelian sehingga akan menimbulkan biaya yang paling rendah akan tetapi tidak akan mengakibatkan kekurangan bahan baku langsung.
2. Anggaran Pembelian Bahan Baku
Yaitu anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang harus dibeli pada periode yang akan datang dengan mempertimbangkan faktor persediaan dan kebutuhan bahan baku langsung untuk keperluan produksi.
Informasi yang tercantum dalam anggaran pembelian bahan baku adalah: 
  • Jenis bahan baku langsung yang dipakai dalam proses produksi 
  • Jumlah bahan baku langsung yang harus dibeli 
  • Harga beli per satuan bahan baku langsung.
3. Anggaran Persediaan Bahan Baku Langsung
Yakni anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang harus disimpan sebagai persediaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku adalah:
  • Volume produksi selama suatu periode waktu tertentu 
  • Volume minimal bahan baku langsung 
  • Besarnya pembelian yang ekonomis 
  • Taksiran perubahan harga beli bahan baku langsung di waktu yang akan datang. 
  • Biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan baku langsung 
  • Tingkat kecepatan bahan baku langsung menjadi rusak.
Informasi yang tercantum dalam anggaran persediaan bahan baku adalah:
  1. Jenis bahan baku langsung yang dipergunakan 
  2. Jumlah bahan baku langsung yang tersisa sebagai persediaan 
  3. Harga beli per satuan bahan baku langsung 
  4. Nilai bahan baku langsung yang tersimpan sebagai persediaan.
4. Anggaran Biaya Bahan Baku langsung yang habis dipergunakan
Adalah anggaran yang disusun untuk merencanakan nilai (dinyatakan dalam satuan uang) bahan baku langsung yang digunakan dalam proses produksi.
Informasi yang tercantum dalam anggaran biaya bahan baku langsung adalah: 
  • Jenis bahan baku langsung yang dipergunakan 
  • Kuantitas bahan baku langsung yang habis dipergunakan untuk produksi 
  • Harga per satuan bahan baku langsung 
  • Nilai bahan baku langsung yang habis dipergunakan untuk produksi. 
  • Jenis produk jadi yang menggunakan bahan baku langsung. 
  • Waktu pemakaian bahan baku langsung. 
Manfaat penyusunan anggaran biaya bahan baku langsung yang habis dipergunakan: 
  1. Untuk menghitung harga pokok produk jadi yang dihasilkan 
  2. Untuk pengendalian pemakaian bahan baku langsung

Untuk contoh soal lihat di sini
Atau download di CONTOH ANGGARAN BAHAN BAKU