Istilah Akuntansi (Terbaru)

12/02/2011
Akuntansi Untuk Sewa-Guna-Usaha (Leasing)

Bagi yang jurusan Akuntansi Wajib Tahu.. minimal baca 

Akuntansi biaya (cost accounting): 

bidang akuntansi yang berhubungan dengan penetapan beban pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik/manufaktur (sekarang ini ruang lingkup akuntansi biaya diakui tidak hanya terbatas pada penetapan beban pokok produksi saja, tetapi juga mencakup perencanaan dan pengendalian).


Bahan baku (raw materials): 

bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.


Bahan pembantu (indirect materials):

bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.


Bahan jadi (finished goods):

barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum dijual. Biaya yang tercakup di dalamnya meliputi seluruh biaya pabrik.

Biaya pabrik (manufacturing cost):

biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang dibebankan dalam suatu periode.

Biaya overhead prabik (factory overhead cost):

biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan barang langsung yang tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.

Biaya produksi (production cost):

Biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.

Cost of goods sold computation (perhitungan beban pokok penjualan)

Dalam sebuah perusahaan manufaktur, beban pokok penjualan dihitung sebagai berikut: persediaan awal barang jadi ditambah barang yang dibuat dalam setahun (menurut laporan pabrikasi) dikurangi dengan persediaan akhir barang jadi; juga dinamakan skedul beban pokok penjualan.


Cost of production report (laporan beban pokok produksi).
Sebuah laporan yang memberikan suatu ringkasan kegiatan dalam suatu departemen pengolahan selama suatu periode; laporan ini biasanya berisi empat tahapan: (1) kegiatan dalam departemen tersebut dalam unit, (2) ekuivalen uanit utuh yang selesai, (3) biaya yang harus dipertanggungjawabkan dan (4) akuntansi untuk biaya. 

Equivalent whole unit (ekuivalen unit utuh). Juga dinamakan ekuvalen produksi; jumlah unit ditunjukkan oleh biaya yang terjadi untuk membuatnya; dengan memperhitungkan unit yang sebagian selesai pada persediaan akhir barang dalam proses pengerjaan; dihitung dengan menambahkan jumlah unit yang diselesaikan dan dipindahkan ke barang jadi dengan ekuivalen porsi persediaan akhir barang yang masih dalam proses pengerjaan.



Finished goods inventory (persediaan barang jadi) 
Sebuah asset lancar yang terdiri atas biaya yang terjadi dalam pembuatan produk perusahaan (mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik); persediaan barang jadi terdiri dari produk yang telah siap, tapi belum lagi dijual pada tanggal neraca.

Manufacturing statement (laporan pabrikasi)

Sebuah laporan untuk manajemen yang menunjukkan harga pokok barang yang dibuat selama
periode tersebut; persediaa awal barang dalam proses ditambah biaya pembuatan (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead) dikurangi dengan persediaan akhir persediaan dalam proses sama dengan harga pokok barang yang dihasilkan dalam periode tersebut.

Raw material inventory (persediaan bahan baku). 

Suatu asset lancar yang terdiri dari bahan baku dan penolong yang dipergunakan dalam pembuatan produk perusahaan.

Tenaga kerja langsung (direct labor). 

Buruh yang mengenai secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.

Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor): barang yang biayanya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.


Beban pokok produksi (cost of goods manufactured): biaya pabrik ditambah dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses akhir. Biaya ini merupakan biaya produksi dari barang yang telah diselesaikan selama suatu periode.


Persediaan dalam proses (work in process): Biaya bahan baku dan biaya-biaya pabrik lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.


Factory overhead (overhead pabrik). 
Suatu perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya overhead pabrik, meliputi tenaga kerja tidak langsung, bahan tidak langsung dan bahan penolong, dan biaya tidak langsung lainnya; saldo perkiraan ini dipindahkan setiap periode ke perkiraan persediaan barang dalam proses.


Factory overhead rate (tarip biaya overhead pabrik). 

Sering dinyatakan dalam bentuk perrupiahtase sehingga biaya overhead pabrik yang diperkirakan merupakan taksiran dari biaya tenaga kerja langsung; tarip ini dipergunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik pada pekerjaan; Persediaan barang dalam proses didebit dan perkiraan overhead pabrik dikredit untuk memindahkan biaya overhead pada masing-masing pekerjaan dan pada perkiraan persediaan barang dalam proses; biaya overhead pabrik yang benarbenar terjadi tidak dipindahkan pada perkiraan barang dalam proses ini tidak dilakukan karena jumlah yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti selama periode operasi.



Factory payroll (upah pabrik) 

Sebuah perkiraan sementara yang dipergunakan dalam suatu sistem akuntansi biaya untuk menampung semua biaya upah operasi manufaktur; saldo perkiraan terdiri atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung; biaya tenaga kerja langsung dipindahkan pada perkiraan persediaan barang dalam proses dan biaya tenaga kerja tidak langsung menjadi bagian dari biaya overhead pabrik, yang selanjutnya menjadi bagian dari barang dalam proses.



Job cost card (kartu biaya pekerjaan)

Buku pembantu yang dipergunakan untuk mendukung perkiraan persediaan barang dalam proses dalam suatu sistem akuntansi biaya berdasarkan pekerjaan; kartu biaya pekerjaan juga dinamakan buku pembantu barang dalam proses, lihat ilustrasi dalam unit ini.



Job order cost accounting (akuntansi biaya berdasarkan pesanan pekerjaan). 

Suatu sistem akuntansi yang mempergunakan persediaan perpetual untuk biaya pabrik, di mana dibuat catatan tertentu untuk masing-masing pekerjaan atau pesanan yang dibuat pada pabrik tersebut.


Material requisition (bon permintaan barang)

Otorisasi tertulis untuk memindahkan bahan dari gudang ke pabrik; dokumen sumber ini memberikan suatu catatan mengenai semua pemindahan bahan baku dan bahan penolong dari gudang (bahan baku dan perkiraan persediaan) ke pabrik (perkiraan barang dalam proses atau perkiraan overhead pabrik).


Process cost accounting (akuntansi biaya berdasarkan proses).

Suatu sistem akuntansi persediaan perpetual, di mana biaya ditampung dan catatan dibuat menurut departemen atau proses yang dilakukan dalam pabrik; cocok untuk operasi dengan produksi massal.

Stores ladger (kartu gudang).
Buku pembantu untuk mendukung perkiraan bahan baku dan bahan penolong.


Schedule of factory overhead. 
Suatu laporan yang berisi semua perkiraan overhead pabrik yang terdapat pada buku pembantu overhead pabrik dengan saldonya; total saldo dari perkiraan ini harus cocok dengan
saldo perkiraan overhead pabrik.

Work in process inventory (persediaan barang dalam proses). 

Asset lancar yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terjadi dalam pembuatan produk yang masih belum selesai pada tanggal neraca; juga dinamakan persediaan barang dalam proses.

sumber: glossary & Ali Irfan Jilid 1

Berlangganan via email

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

SANGAT MENGHARAPKAN KOMENTAR ANDA..!!! EmoticonEmoticon