ANGGARAN BAHAN BAKU

4/30/2012 2
anggaran bahan baku

Apa yang dimaksud dengan Anggaran Bahan Baku?

Pengertian Bahan Baku:

Mungkin sudah banyak yang tahu pengertian bahan baku namun tidak ada salahnya jika saya menjelaskan apa yang dimaksud dengan aggaran bahan baku. Anggaran Bahan Baku adalah anggaran yang berhubungan dan merencanakan secara lebih terperinci tentang bagaimana penggunaan bahan baku untuk proses produksi selama periode yang akan datang. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dikelompokkan menjadi Bahan Baku Langsung (Direct Material) dan Bahan Baku Tak Langsung (Indirect Material).

Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang merupakan bagian barang yang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku langsung  mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan. Sehingga biaya bahan baku langsung merupakan biaya variable bagi perusahaan. Bahan baku tak langsung adalah bahan mentah yang berperan dalam proses produksi, namun tidak secara langsung terlihat pada barang jadi yang dihasilkan.
Contoh: Barang jadi yang dihasilkan adalah kursi dan meja. Kayu merupakan bahan baku langsung, sedangkan cat dan paku merupakan bahan baku tak langsung.Anggaran bahan baku hanya merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung. Bahan mentah tak langsung akan direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik.

Tujuan Penyusunan Anggaran Bahan Baku

Adapun tujuan Anggaran Bahan Baku adalah untuk:
  • Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan
  • Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung
  • Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung
  • Sebagai langkah awal fungsi pengendalian bahan baku langsung.
  • Sebagai langkah awal penentuan dasar pokok produksi yaitu memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi.


Jenis-Jenis Anggaran Bahan Baku:

Anggaran Bahan baku biasanya memerlukan 4 (empat) bagian anggaran, antara lain:

1. Anggaran Kebutuhan Baku Langsung
Adalah anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode yang akan datang
Informasi yang tercantum dalam anggaran kebutuhan bahan baku langsung adalah:

  • Jenis produk jadi yang dihasilkan
  • Jenis bahan baku yang digunakan
Departemen produksi yang dilalui dalam proses produksi
Standard Usage Rate Waktu penggunaan bahan baku langsung Kuantitas produk jadi
Arti dari Standard Usage Rate adalah: bilangan yang menunjukkan berapa satuan bahan baku langsung yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan produk jadi.
Biasanya kuantitas bahan baku langsung yang dibeli tidak seimbang dengan kebutuhannya, mengakibatkan :
  • Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih besar dari kebutuhannya maka:
  • Bahan baku langsung banyak yang menumpuk di gudang, yang kemungkinan dapat mengakibatkan kualitasnya turun.
  • Bahan baku langsung terlalu lama menunggu giliran untuk diproses.
  • Meningkatnya biaya penyimpanan.
  • Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih kecil dari kebutuhannya, maka:
  • Proses produksi terhambat oleh karena kehabisan bahan baku langsung.
  • Timbulnya biaya tambahan untuk mencari bahan baku pengganti dalam jangka waktu secepat mungkin.

Untuk mendapatkan kuantitas yang tepat, dapat dilakukan penghitungan dengan menggunakan metode EOQ (Economical Order Quantity), adalah jumlah bahan baku langsung yang wajib dibeli setiap kali melakukan pembelian sehingga akan menimbulkan biaya yang paling rendah akan namun tidak akan mengakibatkan kekurangan bahan baku langsung.

2. Anggaran Pembelian Bahan Baku
Yaitu anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang harus dibeli pada periode yang akan datang dengan mempertimbangkan faktor persediaan dan kebutuhan bahan baku langsung untuk keperluan produksi.
Informasi yang tercantum dalam anggaran pembelian bahan baku adalah:
  • Jenis bahan baku langsung yang dipakai dalam proses produksi
  • Jumlah bahan baku langsung yang harus dibeli
  • Harga beli per satuan bahan baku langsung.
3. Anggaran Persediaan Bahan Baku Langsung
Yaitu anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang harus disimpan sebagai persediaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku adalah:
  • Volume produksi selama suatu periode waktu tertentu
  • Volume minimal bahan baku langsung
  • Besarnya pembelian yang ekonomis
  • Taksiran perubahan harga beli bahan baku langsung di waktu yang akan datang.
  • Biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan baku langsung
  • Tingkat kecepatan bahan baku langsung menjadi rusak.
  • Informasi yang tercantum dalam anggaran persediaan bahan baku adalah:
  • Jenis  bahan baku langsung yang dipergunakan
  • Jumlah bahan baku langsung yang tersisa sebagai persediaan
  • Harga beli per satuan bahan baku langsung
  • Nilai bahan baku langsung yang tersimpan sebagai persediaan.

4. Anggaran Biaya Bahan Baku langsung yang habis dipergunakan
Adalah anggaran di buat untuk merencanakan nilai (dinyatakan dalam satuan uang) bahan baku langsung yang digunakan dalam proses produksi.
Informasi yang terdapat dalam anggaran biaya bahan baku langsung adalah:

  • Jenis-jenis  dari bahan baku langsung yang dipergunakan
  • Kuantitas bahan baku langsung yang habis dipergunakan untuk produksi
  • Harga per satuan bahan baku langsung
  • Nilai bahan baku langsung yang habis dipergunakan untuk produksi.
  • Jenis produk jadi yang menggunakan bahan baku langsung.
  • Waktu pemakaian bahan baku langsung.
  • Manfaat penyusunan anggaran biaya bahan baku langsung yang habis dipergunakan:
  • Untuk menghitung harga pokok produk jadi yang dihasilkan
  • Untuk pengendalian pemakaian bahan baku langsung
Untuk contoh soal lihat di sini
Atau download di CONTOH ANGGARAN BAHAN BAKU

Break Event Point (BEP)

4/25/2012 3

Apa yang Dimaksud dengan Break Event Point (BEP)?

Break Event adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara Biaya Tetap, Biaya Variabel, Keuntungan dan Volume aktivitas. Masalah Break Event baru akan muncul dalam perusahaan apabila perusahaan tersebut mempunyai Biaya Variabel dan Biaya Tetap. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat menderita kerugian dikarenakan penghasilan penjualannya hanya mampu menutup biaya variabel dan hanya bisa menutup sebagian kecil biaya tetap. 

Contribution Margin adalah selisih antara penghasilan penjualan dan biaya variabel, yang merupakan jumlah untuk menutup biaya tetap dan keuntungan. Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya apabila Contribution Marginnya lebih besar dari Biaya Tetap, yang berarti total penghasilan penjualan lebih besar dari total biaya. 

Break Event Point menyatakan volume penjualan dimana total penghasilan tepat sama besarnya dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. 

Break Event Point ditinjau dari konsep Contribution Margin menyatakan bahwa volume penjualan dimana Contribution Margin tepat sama besarnya dengan total Biaya Tetapnya. 
Asumsi dasar dalam analisa breakevent, antara lain : 
  • Biaya dapat diklasifikasikan kedalam komponen biaya variabel dan biaya tetap. 
  • Total biaya variabel berubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan, sedangkan total biaya variabel per unit tetap konstan. 
  • Total biaya tetap tidak mengalami perubahan, meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan, sedangkan biaya tetap per unit akan berubah karena adanya perubahan volume kegiatan. 
  • Harga jual per unit tidak akan berubah selama periode melakukan analisa. 
  • Perusahaan hanya membuat dan menjual satu jenis produk. Jika membuat dan menjual lebih dari satu jenis produk, maka perbandingan penghasilan penjualan antara masing-masing produk (disebut sebagai Sales Mix) akan tetap konstan. 
  • Kapasitas produksi pabrik relatif konstan.  
  • Harga faktor produksi relatif konstan. 
  • Efisiensi produksi tidak berubah. 
  • Perubahan pada persediaan awal dan akhir jumlahnya tidak berarti. 
  • Volume merupakan faktor satu-satunya yang mempengaruhi biaya.
Breakevent Point dapat ditentukan dengan beberapa cara, yaitu: 
  1. Pendekatan grafik : Break Event Point terjadi pada titik persilangan antara garis penghasilan penjualan dan garis total biaya.
  2. Metode Trial and Error
  3. Pendekatan matematis : 
         Rumus matematika untuk menentukan BEP adalah :

Rumus matematika untuk menentukan BEP

Free Download Contoh Laporan Keuangan

4/07/2012 8
Free Download Contoh Laporan Keuangan

Contoh Laporan Keuangan

Berhubung banyak yang  request contoh laporan keuangan kepada saya. Alhamdulillah sekarang saya dapat memberikan contoh laporan keuangan yang lumayan lengkap... 
semoga dengan menggunakan contoh laporan keuangan yang telah saya berikan kepada anda bisa bermanfaat dan dapat memudahkan dalam proses membuat laporan keuangannya setidaknya tidak begitu galau hehe.. karena ini sangat mudah digunakan dan sangat sederhana.
saya yakin, anda pasti bisa membuat laporan keuangan dengan mudah setelah mempelajari contoh laporan keuangan yang telah saya berikan.

langsung saja download file di bawah ini
LAPORAN KEUANGAN ABU.xlsx
Transaksi Laporan Keuangan Perusahaan ABU.doc

catatan:
Password untuk file Exel:  http://nagebonar.blogspot.com

Saya mohon maaf sebelumnya jika ada terjadi kesalahan. dan saya berharap kepada anda untuk memberikan kritik dan saran setelah menggunakan contoh laporan keuangan ini.

Saya juga berharap komentar dari anda tentang contoh laporan keuangan ini.. :D


Pengertian dan Fungsi Anggaran

4/05/2012 2
Pengertian dan Fungsi Anggaran

Pengertian Anggaran:

Glenn A Welsch mendefenisikan "Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management" 

Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha. 

Dari defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan : 
  • Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti. 
  • Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika. 
  • Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang berdasarkan asumsi tertentu. 
  • Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan pengawasan. 

Fungsi Anggaran:

Fungsi anggaran dapat dibagi menjadi 4 yaitu fungsi perancanaan, pengawasan, koordinasi dan anggaran sebagai pedoman kerja. Keempat fungsi tersebut masing-masing memiliki tujuan yang telah ditetapkan yaitu:

a. Fungi Perencanaan 
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. 
Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut: "Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".

Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik. 

b. Fungsi Pengawasan 
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan. 

c. Fungsi Koordinasi 
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik. 

d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja 
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.

APA yang dimanksud dengan NERACA?

1/08/2012 0
APA yang dimanksud dengan NERACA

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu Aset, Utang, dan Ekuitas Dana pada tanggal tertentu.
Unsur yang dicakup oleh neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas. Masing-masing unsur dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.    Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
2.   Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
3.  Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.

Laporan Posisi Keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai neraca adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan atau entitas bisnis tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.

Pernyataan Standar Akutansi Keuangan

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan bahwa dalam neraca harus disebutkan 
  • Entitas bisnis menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar dan hutang (kewajiban) jangka pendek terpisah dari hutang (kewajiban) jangka panjang terkecuali pada indistri atau jenis usaha tertentu yang diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan khusus. Aktiva lancar disajikan dengan menurut pada urutan likuiditas (kelancaran) dan sedangkan utang atau kewajiban disajikan berdasarkan urutan jatuh tempo
  • Entitas binsis wajib mengungkapkan informasi nominal jumlah tiap aktiva yang akan diterima serta utang (kewajiban) yang dibayar sebelum dan sesudah 1 tahun (12 bulan) dari tanggal neraca.
  • Jika perusahaan (entitas bisnis) meyediakan barang dan jasa didalam siklus operasional perusahaan yang bisa diidentifikasikan dengan jelas, maka klasifikasi aktiva lancar dan tidak lancar serta utang jangka pendek dan utang jangka panjang dalam sebuah neraca memberi informasi yang bermanfaat dgn membedakan aktiva bersih sebagai modal kerja dengan aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan jangka panjang


Contoh Neraca

Berikut saya berikan salah satu contoh Neraca yang sederhana:
Neraca Model Skontro
Neraca Model Skontro


Neraca Model Stafel
Neraca Model Stafel


Tentu contoh diatas hanyalah contoh laporan neraca yang sangat sederhanya, nyatanya masih banyak detail detail lain yang ada dalam neraca. namun setidaknya contoh diatas sudah menggambarkan secara umum tentang pengertian neraca dan bentuk contoh neraca keuangan

Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

12/23/2011 2
Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas

Mengapa Perusahaan Harus Menyimpan Kas?

Suatu pengertian yang lengkap mengapa dan bagaimana suatu perusahaan menyimpan kas? suatu konsep yang akurat tentang bagaimana aliran kas masuk dan keluar perusahaan. suatu pendapat ekonomi klasik yaitu John Maynard Keynes membagi perusahaan-perusahaan ke beberapa unit ekonomis permintaan untuk kas dalam tiga kategori yaitu:

1. Motif Transaksi
Sisa kas untuk tujuan transaksi, mengembangkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan kas yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan umum yang dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis. saldo-saldo transaksi digunakan untuk memenuhi aliran kas keluar yang tidak rutin, jumlah relative kas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan diperngaruhi oleh sejumlah faktor, seperti industri di mana perusahaan berjalan.

2. Motif Berhati-hati
Saldo kas merupakan penyanggah aktiva likuiditas. Motif untuk menyimpan kas berkaitan dengan pemeliharaan saldo kas yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin ada, tetapi yang belum teridentifikasi. Kemampuan pemeliharaan aliran kas juga memiliki suatu pengaruh yang material atas permintaan perusahaan untuk kas melalui motif berhati-hati.

3. Motif Spekulatif
Kas dipegang untuk tujuan spekulatif yang dapat mengambil manfaat dari situasi menghasilkan laba yang potensial.

Contoh: Perusahaan konstribusi yang membangun tempat tinggal pribadi akan menyampaikan kas pada beberapa waktu sebagai antisipasi atau suatu penurunan yang berarti dari harga-harga kayu. Jika harga bahan-bahan bangunan turun maka perusahaan yang menaikkan jumlah saldo kas memperoleh keuntungan untuk membeli bahan-bahan bangunan tersebut dalam jumlah yang besar.


catatan kampus dari bapak Suryadi Sowinangun

Pengertian Buku Besar Pembantu

12/19/2011 3
pengertian buku besar pembantu

Buku Besar Pembantu

Dalam praktek akuntansi di lapangan, apabila perusahaan hanya menggunakan satu buku besar belum dapat memberikan catatan yang terperinci mengenai akun-akun tertentu. Oleh karena itu agar perusahaan dapat memberikan data akun yang lebih rinci maka diperlukan buku pembantu.

Apa itu buku besar pembantu? Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Untuk lebih jelas coba Anda amati bagian dari siklus akuntansi berikut ini!


siklus akuntansi


Dari skema (bagian siklus akuntansi) di atas, Anda dapat memahami betapa eratnya hubungan antara buku besar dengan buku besar pembantu tersebut. Baiklah, sekarang dilanjutkan dengan macam-macam buku besar pembantu.

Rekonsiliasi Saldo Bank

12/15/2011 8
Rekonsiliasi Saldo Bank

Rekonsiliasi di buat untuk menentukan kesamaan antara saldo kas yang dilaporkan oleh bank dengan saldo yang terdapat dalam catatan nasabah sendiri ( perusahaan).

Rekonsiliasi bank adalah skedul yang menjelaskan setiap perbedaan antara catatan kas bank dengan catatan perusahaan

Pos-pos yang direkonsiliasi adalah :

  1. Deposito dalam perjalanan. Deposito kas akhir bulan yang telah dicatat dalam pembukuan depositor untuk satu bualan baru diterima dan dicatat oleh bank pada bualan berikutnya.
  2. Cek-cek yang beredar, Cek-cek yan ditulis oleh depositor dicatat ketika dituliskan tetapi mungkin belum dicatat- atau “dikliring” oleh bank sampai bualn berikutnya.
  3. Beban bank, Beban dicatat oleh bank terhadap saldo depositor untuk pos-pos seperti jasa bank, pemprosesan cek, cek kosong (not-sufficient-funds)-{NSF} check), dan sewa safe-deposite box. Depositor mungkin belum mengetahui beban-beban ini sampai menerima laporan bank atau rekening koran.
  4. Kredit Bank, Penagihan atau deposito oleh bank atas nama depositor yang mungkin belum diketahui oleh depositor sampai diterimanya laporan bank. Contohnya adalah penagihan wesel untuk depositor dan bunga yang dihasilkan pada rekening koran berbunga.
  5. Kesalahan Bank atau Depositor. Kesalahan baik yang dilakukan oleh bank manapun oleh depositor yang dapat menyebabakan saldo berbeda denagan saldo pembukuan depositor.