Break Event Point (BEP)

4/25/2012

Apa yang Dimaksud dengan Break Event Point (BEP)?

Break Event adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara Biaya Tetap, Biaya Variabel, Keuntungan dan Volume aktivitas. Masalah Break Event baru akan muncul dalam perusahaan apabila perusahaan tersebut mempunyai Biaya Variabel dan Biaya Tetap. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat menderita kerugian dikarenakan penghasilan penjualannya hanya mampu menutup biaya variabel dan hanya bisa menutup sebagian kecil biaya tetap. 

Contribution Margin adalah selisih antara penghasilan penjualan dan biaya variabel, yang merupakan jumlah untuk menutup biaya tetap dan keuntungan. Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya apabila Contribution Marginnya lebih besar dari Biaya Tetap, yang berarti total penghasilan penjualan lebih besar dari total biaya. 

Break Event Point menyatakan volume penjualan dimana total penghasilan tepat sama besarnya dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. 

Break Event Point ditinjau dari konsep Contribution Margin menyatakan bahwa volume penjualan dimana Contribution Margin tepat sama besarnya dengan total Biaya Tetapnya. 
Asumsi dasar dalam analisa breakevent, antara lain : 
  • Biaya dapat diklasifikasikan kedalam komponen biaya variabel dan biaya tetap. 
  • Total biaya variabel berubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan, sedangkan total biaya variabel per unit tetap konstan. 
  • Total biaya tetap tidak mengalami perubahan, meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan, sedangkan biaya tetap per unit akan berubah karena adanya perubahan volume kegiatan. 
  • Harga jual per unit tidak akan berubah selama periode melakukan analisa. 
  • Perusahaan hanya membuat dan menjual satu jenis produk. Jika membuat dan menjual lebih dari satu jenis produk, maka perbandingan penghasilan penjualan antara masing-masing produk (disebut sebagai Sales Mix) akan tetap konstan. 
  • Kapasitas produksi pabrik relatif konstan.  
  • Harga faktor produksi relatif konstan. 
  • Efisiensi produksi tidak berubah. 
  • Perubahan pada persediaan awal dan akhir jumlahnya tidak berarti. 
  • Volume merupakan faktor satu-satunya yang mempengaruhi biaya.
Breakevent Point dapat ditentukan dengan beberapa cara, yaitu: 
  1. Pendekatan grafik : Break Event Point terjadi pada titik persilangan antara garis penghasilan penjualan dan garis total biaya.
  2. Metode Trial and Error
  3. Pendekatan matematis : 
         Rumus matematika untuk menentukan BEP adalah :

Rumus matematika untuk menentukan BEP

Berlangganan via email

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Sasi Noviani
AUTHOR
4/30/2012 delete

mantap-mantap... :D

Reply
avatar
uii profile
AUTHOR
6/28/2012 delete

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii :)

Reply
avatar
2/09/2013 delete

trhmakasih kunjungannya semoga kta bisa berbagi ilmu disini

Reply
avatar

SANGAT MENGHARAPKAN KOMENTAR ANDA..!!! EmoticonEmoticon